Tadinya Penuh Popok Balita serta Bau, Saat ini Saluran Irigasi Sejauh 1 Kilometer Dipadati Ribuan Ikan Koi

0 Comments

Bohari Muslim( 40) nampak riang dikala berikan makan ikan di saluran irigasi di pinggir rumahnya, yang terletak di Dusun Midang, Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, NTB, Senin( 12/ 10/ 2020). Jangan membayangkan saluran irigasi di dekat rumah Bohari semacam irigasi pada biasanya yang bau serta penuh sampah. Saluran irigasi di pinggir rumah Bohari sangat terpelihara, apalagi ikan lele serta koi hidup serta berenang di dalamnya.

Tinggal sebulan lagi ikan- ikan tersebut hendak dipanen serta pastinya menolong perekonomian Bohari.

Bohari ialah salah satu anggota kelompok warga yang mempunyai suatu tempat budidaya ikan di saluran irigasi yang diinisiasi oleh kepala desa setempat.” Jadi saat sebelum normalisasi saluran irigasi ini, setahun yang kemudian kumuh sekali serta belum terdapat rencana buat kita menata saluran semacam ini. Alhamdulillah dari kepala desa serta dari masyarakat kita sendiri berinisiatif mensterilkan saluran irigasi ini,” harga ikan koi blitar kata Bohari dikala ditemui di kediamannya, Senin. Kumuh Kepala Desa Midang Syamsuddin menuturkan, tadinya kondis saluran irigasi di desanya kumuh dipadati sampah rumah tangga. Apalagi masyarakat enggan melewati tempat tersebut.“ Dahulu itu kotornya memohon ampun, sampah semacam pampers, sampah plastik penuhi saluran irigasi tersebut. Tiap kita melalui tentu tutup hidung saking baunya,” kata Syamsuddin.

Sampah yang kadangkala naik ke permukiman masyarakat dikala air pasang pula kerap jadi konflik antar masyarakat.

“ Kan jika hujan misalnya sampah- sampah itu naik ke permukiman masyarakat, sehingga silih tuduh menuduh yang buang sampah sehingga terjalin konflik,” kata Syamsuddin.

Memandang perkara itu Syamsuddin berinisiatif buat mengajak masyarakat bergotong royong

mensterilkan saluran irigasi.“ Dekat bulan ke 2 pasca- dilantik jadi kepala desa, aku mengajak warga mensterilkan saluran ini, serta alhamdulillah masyarakat sangat bersemangat serta kita amati saat ini sangat bersih,” Kata Syamsuddin. Buat melindungi supaya warga tidak kembali membuang sampah ke saluran irigasi, terbuat sekat sampah di tiap perbatasan RT.

Sekat sampah ini sangat efisien. Masyarakat hendak mengambil sampah yang terjaring, kemudian

dimasukkan ke dalam tong sampah yang sudah disediakan serta dibuang ke TPA. Buat menaikkan keelokan di dekat saluran irigasi, pemerintah desa bersama masyarakat membuat lukisan serta mural di tembok yang bertemakan melindungi kebersihan. Tidak terdapat hasrat budidaya ikan Di informasikan Syamsuddin, awal mulanya belum terlintas hasrat buat membudidayakan ikan. Tetapi, Syamsuddin memandang terdapat kesempatan sehingga ia berinisiatif buat melaksanakan budidaya ikan di area itu. Tidak hanya buat melindungi kebersihan, pula buat membuat cantik irigasi. Pada Juli 2020, dana membeli ikan buat budidaya ikan dianggarkan.

Sampai sekat sampah yang membentang lebih dari satu km panjangnya itu sudah diisi ribuan ikan yang siap buat dipanen. Supaya program ini senantiasa bersinambung, pihak desa hendak menolong pemasaran. Sebagian hasilnya buat warga, serta sebagian lagi buat membeli bibit ikan guna budidaya supaya ekonomi masyarakat senantiasa berjalan. Buat rencana ke depan, irigasi ini hendak dijadikan tempat wisata kuliner, dengan tawaran konsep wisata santapan, semacam sediakan ikan plecing, serta makana tradisional yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *